Senang bisa terus dalam suasana sukacita sekalipun tidak dipungkiri kalau kita sering diperhadapkan dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, dan terbukti bahwa Tuhan yang berdaulat atas hidup kita. Melalui tulisan-tulisan di Blog ini berharap bisa saling berbagi informasi yang perlu kita share bersama untuk menambah perbendaharaan kita dalam pelayanan dalam Tuhan. Tidak ada yang sempurna namun kita sebagai umat yang percaya wajib diperlengkapi dengan standard kebenaran akan Firman Tuhan. Judul tulisan ini sangat dalam bahkan sedikit saya ragu untuk meneruskan tetapi marilah kita bersama-sama, siapapun rekan, sahabat-sahabat, teman-teman yang browsing internet dan mampir ke ruang http://emang-real.blogspot.co.id maka biarlah bersama-sama memberi komentar yang sifatnya membangun. Menjadi umat yang layak, berarti ada umat yang tidak layak, keras sekali pernyataan ini namun, itulah yang sering kita dengar di setiap ruang-ruang pemberitaan firman Tuhan. Saya sempat berfikir sejenak, bagaimana ya kita mengetahui mereka-mereka yang sudah layak di hadapan Tuhan sementara jelas sekali firman Tuhan katakan pada Matius 10:38 ,"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku,ia tidak layak bagiku" ada banyak pertanyaan dalam benak saya, berarti yang layak itu mereka yang memikul salib dan mengikuti Dia. Mungkin saja pemahaman saya keliru tetapi saya melihat dari sisi kelayakan di hadapan Tuhan, tetapi menjadi umat yang layak adalah sebuah keharusan dalam mengikut Tuhan.
Gereja adalah wadah yang tepat dalam mempersiapkan "umat yang layak" tetapi peran pendidikan yang formal dan nonformal juga tidak kalah penting karena konsep berpikirnya adalah pendidikan adalah bagian dari pernyataan diri Allah melalui keluarga, dan lembaga pendidikan lainnya. Sebagaimana kita ketahui dalam Ulangan 6:4-9, bagaimana Tuhan mengajarkan manusia dalam hal pendidikan yang mana merupakan dasar penting bagi pendidikan kita saat ini yang konsentrasinya dari lembaga yang dibentuk Tuhan yaitu keluarga.
Manusia, adalah sarana yang dipakai Tuhan untuk menyatakan diriNya. Kita terus berjuang dalam menjalani kehidupan dalam kebenaran akan Tuhan. Kita wajib memperlengkapi diri dengan pengetahuan tidak sekedar ilmu tetapi bagaimana menjadi gaya hidup atau kebenaran kita hidupi yang tujuan utamanya adalah untuk kemuliaan nama Tuhan. Menjadi umat yang layak, terlihat dari kehidupan kita saat ini tidak hanya di masa yang akan datang, bagaimana kita menjadi garam dan terang bagi dunia ini, bagaimana kita menjadi berkat bagi orang lain. Biarlah kita menjadi agen perubahan yang menghidupi kebenaran yang dari pada Tuhan, bukan pembenaran atas diri kita sendiri. Saya menyadari bahwa tepat bila kita orang-orang tua mengerti dan memahami betapa pentingnya peran kita dalam keluarga terhadap anak-anak kita dalam mengajar mereka tentang kebenaran yang dari pada Tuhan, tanpa bosan-bosannya bahkan firman Tuhan dalam Ulangan 6:4-9 tersebut setiap kita di harapkan untuk mengajarkan mereka secara berulang-ulang, dan membicarakannya kepada mereka dengan segala keadaan, saya akhirnya mengerti bahwa peran penting ada di kita sebagai orang tua dan sebaliknya sebagai anak, juga kita harus taat dan patut terhadap apa yang disampaikan orang tua kita.
Biarlah kita setiap hari diperbaharui oleh kasih Tuhan dan terus menjadi panutan bukan sandungan bagi orang lain. Jaga hati, sikap dan terutama perbuatan, biarlah kita menjadi suratan-suratan yang tidak tertulis namun di lihat oleh orang yang ada di sekitar kita. Semoga tulisan ini bisa memperkaya informasi bagi kita bersama dan berharap menjadi berkat bagi para pembaca blog ini, Tuhan Memberkati
Admin







0 komentar:
Posting Komentar